Minggu, 07 April 2013

Peribahasa

Geleng-geleng seperti patung kayu.
(Tingkah orang yang sombong ketika berjalan.)

Hangat-hangat tahi ayam.
(Orang yang tidak punya kemauan keras.)

Dunia selebar daun kelor.
(Seseorang yang tidak memiliki wawasan dan pengetahuan.)

Gadung rasa ubi.
(Orang miskin yang merasa dirinya kaya.)

Gadai terdorong ke cina.
(Barang yang sudah hilang tidak dapat diambil kembali.)

Bagai baling-baling di atas bukit.
(Ungkapan untuk menyebut orang yang mudah dipengaruhi/dipermainkan orang lain.)

Panas setahun dihapus dengan hujan sehari.
(Kebaikan yang telah banyak dilakukan, dihapus oleh kesalahan yang hanya sedikit.)

Uang gampang dicari, sahabat susah di dapat.
(Kita harus menjaga hubungan baik dengan sahabat. Jangan sampai kita menyakiti hati sabar kita.)

Ke bukit sama mendaki, ke lembah sama menurun.
(Susah senang dirasakan bersama.)

Umpan habis, ikan tak kena.
(Sudah bersusah payah, tapi tidak mendapatkan hasil.)

Tiada sakit minum obat.
(Hal yang sudah baik lebih diperbaiki lagi, akhirnya jadi menyusahkan diri sendiri.)

Tangan mencencang, bahu memikul.
(Orang yang bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.)

Air pun ada pasang surutnya.
(Nasib seseorang tidak ada yang tetap, kadang senang kadang susah.)

Di mana bumi dipijak, di situ langit di junjung.
(Di mana pun kita berada, harus menaati/mengikuti adat istiadat/peraturan yang ada.)


Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
(Apa yang dilakukan murid, biasanya mencontoh apa yang dilakukan gurunya. Terutama dalam hal-hal yang baik.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar